Sinergi Kebijakan Bank Indonesia, Menjaga Stabilitas, Pengembangan UMKM, dan Memperkuat Ekonomi Daerah
Oleh: [Yuswaldi]
Stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua agenda yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan pembangunan Indonesia. Stabilitas dibutuhkan agar dunia usaha memiliki kepastian dalam menjalankan kegiatan ekonomi, sementara pertumbuhan diperlukan untuk membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas kesejahteraan.
Namun tantangannya adalah bagaimana menjalankan serta memelihara keduanya agar tetap berjalan beriringan, terutama ketika ekonomi menghadapi perubahan harga, dinamika pasar di dunia dan perkembangan antar daerah.
Arah tersebut menjadi peran penting Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe dalam menjaga stabilitas ekonomi yang baik sehingga nilai tukar rupiah tidak anjlok.
Peran yang sangat terpenting dari Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe adalah meningkatkan Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal ini dianggap sangat penting karena memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Kota Lhokseumawe. Dengan jumlah pelaku UMKM yang mencapai lebih dari 6.448 pelaku unit usaha,berdasarkan data dari Dinas Perindustrian,Perdagangan,Koperasi dan UMKM Kota lhokseumawe.
Peran dari Pelaku UMKM Kota lhokseumawe janganlah di pandan sebelah mata, karena para pelaku UMKM ini memiliki peran yang terpenting dalam meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) dari sektor distribusi pajak daerah, dan membuka lapangan kerja secara luas, sehingga pembangunan daerah semakin baik.
Walaupun peran dan jasanya pelaku UMKM ini penting untuk meningkatkan PAD daerah dan membuka lapangan pekerjaan yang luas, namun dibalik itu pelaku UMKM tidak luput dari masalah yaitu minimnya keterbatasan Modal Usaha dan tidak memiliki akses secara luas.
Zulkarnaini (48) warga Gampong hagu teungoh kecamatan Banda Sakti Kota lhokseumawe, yang sehari hari melayani masyarakat menarik uang dan mentransfer uang didalam kios kecilnya Agen BSI link, yang menggunakan mesin EDC QRIS BSI bankinya saat di tanya Aradionews.id, Selasa (13/10/26) mengatakan,.
Bagaimana pendapatan laba dari BSI link BSI ini..
Alhamdulillah,...bang? Selama ini cukup lah....yang penting dikit - dikit....lama - lama jadi bukit.
Sambil dia tertawa lebar...
Zulkarnaini pelaku usaha UMKM yang membuka kios Agen BSI link Banking di simpang legos Pusong Kecamatan Banda Sakti ini, menceritakan dulu nya dengan bermodal Rp 5 juta dia nekat membuka usaha BSI link yaitu dengan menabung di Bank Syariat Islam (BSI) perniaagan, kemudian uang tersebut dia putar kembali dengan menjual jasa menjadi Agen BSI link banking tarik uang dan transfer ke rekening sesama BSI dengan mendapatkan jasa kliringnya antara Rp 3 ribu dan Rp 10 ribu.
Dengan laba tersebut dia kumpulkan sehingga bisa untuk sehari hari untuk kebutuhan keluarganya di rumah.
- Apakah pernah dengar tentang pengajuan modal usaha atau mengajukan pinjaman ke Bank terkait untuk modal usahanya,tanya Aradionews.id kembali?.
Informasi mengenai modal usaha dari bank bersangkutan seperti BSI sangat minim dan sama kali ngak ada, tapi itu dulu.
Setelah beberapa tahun saya membuka usaha Agen BSI link banking ini, malahan sebaliknya banyak orang bank yang datang menawarkan modal usaha, ujarnya.
Zulkarnaini (48) tahun kini telah membuka Kios Agen BSI link banking ini ada tiga tempat yang pertama adalah di simpang legos pusong, uteun bayi, dan hagu teungoh. Bahkan dari tiga usaha Agen BSI link banking ini dia telah manampung tenaga kerja 6 pekerja.
Sementara Avin (20) mahasiswa Politehnik Kota Lhokseumawe kepada Aradionews.id mengatakan bahwa saat dengan adanya kios BSI link banking sangat memudahkan dirinya apabila di saat - saat mendesak membutuhkan tarik dan transfer uang dari keluarga di kampung, apa lagi saat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bermasalah.
UMKM Agen BSI link ini memiliki peran penting dalam struktur perekonomian di Kota lhokseumawe karena menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga, menyerap tenaga kerja, dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengembangan UMKM Agen BSI link ini, di dilihat dari sisi ekonominya perlu menjadi bagian integral dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe seharusnya dapat memperkuat kontribusinya melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan,serta memberikan edukasi tentang pemanfaatan teknologi digital. Bagi pelaku UMKM Agen BSI link, yaitu Program tentang kegunaan alat EDC QRIS BSI untuk pelaku UMKM BSI link, termasuk fasilitasi, peningkatan kualitas dan promosi melalui berbagai kegiatan perdagangan, seperti kegiatan MEURAH SILU.
Digitalisasi juga membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pemanfaatan QRIS, perdagangan elektronik, dan pencatatan transaksi digital yang dapat mempermudah pembayaran, meningkatkan efisiensi usaha, serta mendukung pengelolaan keuangan yang lebih tertib.
Meskipun demikian, transformasi digital perlu disertai peningkatan literasi keuangan, keamanan transaksi, dan kemampuan mengelola arus kas. Akses pembiayaan yang sesuai dengan kapasitas usaha juga penting agar UMKM Agen BSI link dapat berkembang tanpa terbebani risiko utang yang berlebihan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe Yudo Herlambang mengatakan selama tahun 2026 ini pertumbuhan transaksi dan jumlah merchant QRIS di wilayah kerja BI Lhokseumawe juga sejalan dengan tren peningkatan pembayaran digital di tingkat Provinsi Aceh yang terus mengalami pertumbuhan signifikan.
tidak hanya dari sisi transaksi, jumlah merchant QRIS juga terus mengalami peningkatan. Pada bulan Juni 2026 tercatat sebanyak 136.179 merchant telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. Ini mengambarkan bahwa semakin luasnya adopsi transaksi non-tunai di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe.[]







