Ayah Wa Hadiri Peusijuek Anggota BPK RI Terpilih, Momentum Putra Aceh Mengemban Amanah Nasional
Aradionews.id Jakarta — Terpilihnya putra Aceh sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menjadi momentum kebanggaan sekaligus harapan bagi masyarakat Aceh. Di tengah capaian tersebut, tradisi peusijuek atau tepung tawar kembali menjadi simbol doa, dukungan, dan penguatan nilai-nilai adat bagi putra daerah yang mengemban amanah di tingkat nasional.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, menghadiri prosesi peusijuek Dr. (Cand.) Tgk. H. Kaidir Abdurrahman, S.IP., M.AP., anggota BPK RI terpilih, di Badan Penghubung Pemerintah Aceh, kawasan Gondangdia, Cikini, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).
Kehadiran Ayah Wa dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan dan ucapan selamat kepada Kaidir Abdurrahman atas kepercayaan yang diperolehnya untuk mengemban tugas di salah satu lembaga tinggi negara yang memiliki peran penting dalam pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan Ayah Wa berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme.
Menurutnya, kehadiran putra Aceh dalam lembaga negara di tingkat nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh. Namun, kebanggaan itu juga diiringi harapan agar kepercayaan yang diberikan dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Harapannya, amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas dan profesionalisme serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” demikian pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.
Integritas dan Akuntabilitas Jadi Harapan
Posisi di BPK RI memiliki arti strategis dalam sistem pengawasan keuangan negara. Karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada Kaidir Abdurrahman diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Bagi masyarakat Aceh, pencapaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa kontribusi putra daerah di tingkat nasional tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga melekat dengan tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik.
Ayah Wa berharap kiprah putra-putri Aceh di berbagai lembaga nasional terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah maupun Indonesia secara luas.
Peusijuek, Adat yang Menyatukan Aceh di Perantauan.
Prosesi peusijuek berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan dihadiri sejumlah tokoh Aceh dari berbagai latar belakang. Tradisi tepung tawar tersebut bukan sekadar seremoni adat, melainkan bagian dari budaya Aceh yang sarat doa, harapan akan keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan amanah.
Di tengah kehidupan masyarakat Aceh yang tersebar di berbagai daerah, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk merawat identitas budaya sekaligus mempererat silaturahmi antartokoh dan masyarakat Aceh di perantauan.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Dr. Herman Fitra, mantan Menteri Agama Jenderal TNI (Purn.) Fakhrurrazi, mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, serta Asisten Deputi BNPP Amrullah M. Ridha.
Turut hadir perwakilan Persatuan Aceh Serantau, Pengurus Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU), Pengurus Taman Iskandar Muda (PP-TIM), Komunitas Sahabat Kuliner Aceh di Jakarta, Forum Bersama (Forbes), serta anggota DPD dan DPR RI asal Aceh.
Tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjong.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan tokoh Aceh itu memperlihatkan pentingnya menjaga hubungan antargenerasi dan antarkomunitas, sekaligus mempertahankan tradisi daerah di tengah aktivitas masyarakat di tingkat nasional.
Bagi Ayah Wa, momentum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan menyampaikan ucapan selamat kepada anggota BPK RI terpilih, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga adat dan memperkuat kebersamaan masyarakat Aceh, di mana pun mereka berada.
Dari prosesi peusijuek di Jakarta, terselip harapan besar agar putra Aceh yang memperoleh amanah di tingkat nasional mampu menjaga kepercayaan, menjunjung integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, serta bangsa.





