Dari Kapendam ke Danrem 011/Lilawangsa, Teuku Mustafa Kamal Bawa Latar Belakang Santri
Aradionews.id — Tongkat komando Komando Resor Militer (Korem) 011/Lilawangsa resmi beralih dari Brigjen TNI Ali Imran kepada Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal. Pergantian ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi juga menjadi momentum melanjutkan penguatan sinergi TNI, ulama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta perdamaian di Aceh.
Lepas sambut kedua perwira tersebut berlangsung di Gedung Harun Mart, Kota Lhokseumawe, Rabu (21/10/2026) malam. Ali Imran selanjutnya mengemban amanah sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda, sementara Teuku Mustafa Kamal sebelumnya menjabat Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda.
Dalam kesempatan itu, Ali menekankan pentingnya menjaga kebersamaan lintas unsur sebagai fondasi pembangunan dan perdamaian di Aceh. Ia mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, dan seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersinergi di bawah kepemimpinan Danrem yang baru.
“Bersama Danrem yang baru, mari kita bersinergi untuk memajukan daerah dan menciptakan kedamaian di Aceh,” kata Ali.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan maupun hal-hal yang belum terlaksana secara maksimal.
Putra Pidie, Alumni Dayah Jeumala Amal
Sosok Teuku Mustafa Kamal memiliki kedekatan tersendiri dengan Aceh. Lahir dari keluarga asal pedalaman Pidie, ia menempuh pendidikan dasar di SD Paloh sebelum melanjutkan pendidikan madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah di Dayah Jeumala Amal, Pidie Jaya.
Latar belakang pendidikan dayah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sebelum memasuki dunia militer. Pada 2001, Mustafa melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan mengawali karier militernya setelah lulus dengan penugasan di Grup 2 Kopassus.
Pengabdiannya kemudian berlanjut melalui sejumlah penugasan di berbagai wilayah dan satuan, termasuk Banda Aceh, Banten, Kodam III/Siliwangi, serta Kodam IX/Udayana. Ia selanjutnya kembali bertugas di Aceh hingga dipercaya menduduki jabatan Kapendam Iskandar Muda.
Setelah menjalani pendidikan Sesko TNI, Mustafa kini menerima amanah baru sebagai Danrem 011/Lilawangsa.
“Saya bukan orang baru maupun pendatang di Aceh. Saya alumni Dayah Jeumala Amal. Begitu juga, saya merupakan putra dari warga pedalaman Pidie,” ujar Mustafa.
Mengandalkan Sinergi, Bukan Sekadar Jabatan
Bagi Mustafa, tantangan kepemimpinan tidak cukup dijawab melalui pelaksanaan tugas kedinasan semata. Hubungan yang kuat dengan ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilainya menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memperkokoh persatuan.
Ia menyebut jabatan yang diembannya sebagai amanah sekaligus kelanjutan dari pengabdian seniornya, Brigjen TNI Ali Imran. Karena itu, dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi hal yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas ke depan.
“Kami melanjutkan tugas senior, abang kami Brigjen TNI Ali Imran. Karena itu, kami membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari alim ulama, Forkopimda, hingga seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Mustafa berharap komunikasi dan silaturahmi antara TNI, ulama, dan masyarakat terus terpelihara. Menurutnya, kebersamaan merupakan modal penting agar prajurit TNI dapat menjalankan tugas secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi rakyat.
Pergantian kepemimpinan di Korem 011/Lilawangsa pun membawa pesan yang jelas: kesinambungan pengabdian harus berjalan seiring dengan kuatnya kemitraan bersama masyarakat. Di Aceh, menjaga kedamaian bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan ikhtiar bersama yang membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan persatuan.





