Redam Tekanan Harga, Pasar Murah Diserbu Warga di Tengah Tekanan Ekonomi



Aradionews.id – Di tengah tekanan inflasi yang masih membayangi dan melemahnya daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Lhokseumawe mengambil langkah konkret dengan menghadirkan pasar murah bersubsidi bagi warga. Melalui kolaborasi antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) dengan Bulog, program tersebut resmi dimulai di halaman Meunasah Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Senin (8/6/2026).

Sejak pagi, warga terlihat memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Kehadiran pasar murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi pasca-banjir dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.



Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Lhokseumawe, Mulkan, ST, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

“Pasar murah ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap bisa dijangkau oleh warga, terutama dalam situasi ekonomi yang cukup menantang saat ini,” ujarnya kepada Aradionews.id

Program yang berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2026, menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga sejumlah komoditas pokok yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Mulkan, kondisi pasokan lokal yang belum sepenuhnya pulih akibat dampak banjir turut memengaruhi ketersediaan bahan pangan di pasar. Meski demikian, pihaknya berupaya menjaga distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Ia juga mengakui bahwa antusiasme masyarakat tahun ini sedikit berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Faktor menurunnya daya beli serta meningkatnya kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru sekolah dinilai menjadi salah satu penyebabnya.

“Banyak keluarga yang saat ini harus membagi pengeluaran untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, sehingga pola belanja masyarakat juga berubah. Namun demikian, pasar murah tetap menjadi alternatif penting untuk membantu penghematan kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Mulkan menambahkan, sepanjang tahun 2026 Pemerintah Kota Lhokseumawe telah memprogramkan 10 kali pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah. Hingga awal Juni ini, empat kegiatan telah terlaksana dan masih tersisa enam agenda serupa yang akan digelar dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini merupakan kegiatan keempat yang kami laksanakan tahun ini. Masih ada enam agenda lagi yang akan digelar untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan,” jelasnya.

Pada pelaksanaan kali ini, pasar murah digelar di empat titik yang tersebar di Kota Lhokseumawe. Untuk hari pertama, kegiatan dipusatkan di halaman Meunasah Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, serta halaman Masjid Raudhatul Jannah Gampong Alue Awe, Kecamatan Muara Dua. Seluruh lokasi mulai melayani masyarakat sejak pukul 09.00 WIB.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini juga menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan di atas kertas, tetapi hadir langsung menyentuh kebutuhan warga di lapangan.[]

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru