47 Gampong Siap bertarung dalam PILCIKSUNG serentak



Aradionews.id — Peta politik gampong di Kota Lhokseumawe mulai memanas. Sebanyak 47 gampong dipastikan menggelar Pemilihan Keuchik Langsung (Pilciksung) secara serentak pada 20 September 2026. Agenda demokrasi tingkat desa terbesar di kota itu diprediksi berlangsung kompetitif dengan pengawasan ketat pada seluruh tahapan pemilihan.

Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) menegaskan Pilciksung tahun ini tidak lagi dijalankan secara seremonial, melainkan dengan pola yang lebih profesional dan terukur layaknya pemilihan kepala daerah.

Pelaksana Harian Kepala DPMG Lhokseumawe, Safriadi, mengatakan seluruh proses mengacu pada Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3-294 Tahun 2026 tentang Standar Operasional Prosedur Tahapan Pelaksanaan Pilciksung.

Tahapan awal dimulai dari pembentukan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) oleh Tuha Peut Gampong pada 12 hingga 18 Mei 2026. Panitia yang terbentuk nantinya akan mendapat bimbingan teknis untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

“Pilciksung kali ini dirancang lebih disiplin dan profesional. Semua tahapan akan diawasi ketat agar tidak memicu konflik sosial di tengah masyarakat,” ujar Safriadi.


Aturan kampanye juga diperketat. Kandidat hanya diberi waktu maksimal tujuh hari untuk berkampanye dan dibatasi pada pemasangan atribut serta dialog langsung dengan warga. Aktivitas seperti pawai kendaraan, arak-arakan massa, kampanye hitam, penyebaran fitnah, hingga praktik politik uang dipastikan dilarang keras.

DPMG juga mengingatkan aparatur gampong untuk menjaga netralitas. Penjabat keuchik, perangkat desa, hingga panitia pemilihan tidak diperbolehkan menunjukkan dukungan kepada calon tertentu.

Dari total 47 gampong, Kecamatan Blang Mangat menjadi wilayah dengan jumlah Pilciksung terbanyak, yakni 18 gampong. Disusul Kecamatan Muara Dua sebanyak 11 gampong, sementara Banda Sakti dan Muara Satu masing-masing sembilan gampong.

Besarnya jumlah gampong yang ikut Pilciksung membuat pesta demokrasi tingkat desa ini diperkirakan menjadi salah satu agenda politik lokal paling menyita perhatian publik di Lhokseumawe sepanjang 2026.

Pemerintah berharap Pilciksung serentak tidak hanya melahirkan pemimpin baru di tingkat gampong, tetapi juga menjadi ujian kedewasaan demokrasi masyarakat Aceh dalam menjaga nilai adat, persatuan, dan integritas politik di akar rumput.

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru