Kapolres Lhokseumawe Datangi Korban Kebakaran Pardede, Bantuan dan Dukungan Moril Mengalir di Tengah Duka
Aradionews.id — Asap duka masih menyelimuti Komplek Pardede, Jalan KP3, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Jumat (15/5/2026) sore. Di tengah puing kebakaran yang menyisakan kesedihan bagi puluhan warga, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan hadir langsung membawa bantuan sekaligus penguatan moril bagi para korban.
Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lhokseumawe Ny. Ita Ahzan, kedatangan Kapolres sekitar pukul 16.00 WIB disambut haru masyarakat terdampak kebakaran. Tidak sekadar menyerahkan bantuan, kehadiran orang nomor satu di Polres Lhokseumawe itu dinilai warga menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polres Lhokseumawe Kompol Salmidin, Kapolsek Banda Sakti AKP Hanafiah, Kasi Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarasi, pengurus Bhayangkari, personel Polsek Banda Sakti, serta Keuchik Kampung Jawa Lama Samsul Bahri.
Dalam aksi kemanusiaan itu, Polres Lhokseumawe menyalurkan berbagai kebutuhan pokok bagi para korban. Bantuan yang diberikan meliputi 86 sak beras ukuran 5 kilogram, minyak goreng, mi instan, air mineral, pampers, sirup, hingga 10 unit kompor gas lengkap dengan regulator.
Kapolres Lhokseumawe mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati keluarga besar Polres Lhokseumawe kepada masyarakat yang sedang dilanda musibah.
“Kami berharap bapak dan ibu semua tetap kuat dan bisa segera bangkit kembali. Jangan terus larut dalam kesedihan. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami ingin masyarakat tahu bahwa kami hadir bersama warga,” ujar AKBP Dr. Ahzan.
Momen penyerahan bantuan berlangsung emosional. Sejumlah warga tampak tak mampu menyembunyikan rasa haru saat menerima langsung bantuan dari Kapolres dan Bhayangkari.
Salah seorang korban kebakaran mengaku perhatian yang diberikan jajaran Polres Lhokseumawe menjadi suntikan semangat di tengah situasi sulit yang mereka alami.
“Kehadiran bapak Kapolres membuat kami kembali kuat dan punya semangat untuk bangkit. Kami merasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan menghadapi musibah ini,” ungkap warga.
Warga lainnya juga menyebut, dukungan moril yang diberikan jauh lebih berarti dibanding sekadar bantuan material. Menurut mereka, kehadiran aparat di tengah masyarakat yang sedang tertimpa bencana menjadi bentuk nyata kepedulian kemanusiaan.
Peristiwa kebakaran yang melanda Komplek Pardede sendiri menyisakan duka mendalam bagi para korban. Di tengah upaya warga memulai kembali kehidupan dari nol, solidaritas dan kepedulian berbagai pihak diharapkan mampu menjadi energi baru untuk bangkit.




