Ayahwa Ingatkan Ancaman Siklon 98B, Warga Aceh Utara Diminta Siaga Hadapi Potensi Hujan Ekstrem



Aradionews.id — Ancaman cuaca ekstrem kembali membayangi Aceh Utara. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, meminta masyarakat tidak lengah menyusul kemunculan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan di wilayah Sumatera, termasuk Aceh Utara.

Imbauan tersebut bukan sekadar peringatan rutin. Pengalaman banjir besar yang melanda Aceh Utara dan sejumlah wilayah Aceh pada November 2025 menjadi pengingat bahwa hujan berkepanjangan dapat berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir dan tanah longsor.

Melalui Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, Ayahwa meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini, sebelum kondisi cuaca memburuk.

“Ayahwa meminta masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan banjir dan tanah longsor, agar meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Muntasir kepada awak media, Selasa (27/10/2026).



Jangan Tunggu Air Naik untuk Bertindak

Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, dataran rendah, serta kawasan perbukitan diminta memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi lingkungan. Warga juga diingatkan agar tidak menunggu air meluap atau terjadi longsor untuk mulai menyelamatkan diri.

Saat cuaca buruk, masyarakat diminta menghindari lokasi berisiko, tidak berteduh di bawah pohon ketika terjadi angin kencang atau petir, serta mengamankan benda-benda yang berpotensi diterbangkan angin.

Perhatian khusus juga ditujukan kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Mereka diminta memantau informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum memutuskan melaut demi menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan.


Geuchik dan Aparatur Kecamatan Diminta Bergerak

Tak hanya masyarakat, Ayahwa juga meminta aparatur kecamatan, geuchik, serta seluruh unsur terkait meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing. Deteksi dini dinilai penting agar potensi ancaman dapat diketahui lebih cepat dan langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Setiap indikasi bencana diminta segera dilaporkan melalui aparatur gampong dan Posko BPBD Aceh Utara untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.

Koordinasi antaraparat menjadi krusial, terutama di wilayah yang memiliki riwayat banjir dan longsor. Kesiapan informasi, komunikasi, serta respons cepat dapat menentukan efektivitas upaya penyelamatan ketika situasi darurat terjadi.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Ayahwa meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang serta terus menjaga komunikasi dengan aparatur gampong agar langkah penyelamatan dapat segera dilakukan apabila terdapat tanda-tanda ancaman bencana,” tutup Muntasir.

Pemerintah daerah mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak cukup hanya dilakukan ketika hujan deras mulai mengguyur. Dengan potensi cuaca ekstrem yang perlu diantisipasi, kesiapsiagaan masyarakat dan kecepatan respons aparatur menjadi dua hal penting untuk menekan risiko bencana di Aceh Utara.

Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru