Imigrasi Masuk Sekolah: Edukasi Jadi Benteng Awal Cegah TPPO
Aradionews.id — Pendekatan pencegahan kejahatan lintas negara kini mulai diarahkan langsung ke ruang kelas. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe melalui program Immigration Goes To School menyasar siswa MAN 2 Aceh Utara, Kamis (16/4/26), dengan membawa dua pesan utama:
Literasi keimigrasian dan kewaspadaan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan yang dipimpin Kepala Sub Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian, Dino Fahrenzky, ini menempatkan pelajar sebagai garda awal pencegahan. Ia menegaskan, minimnya pemahaman kerap menjadi celah utama bagi pelaku kejahatan lintas negara.
“Edukasi ini bukan sekadar pengenalan, tetapi langkah preventif agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam modus yang merugikan,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Sri Mawarni mengurai peran strategis Imigrasi—mulai dari pelayanan hingga penegakan hukum—serta menekankan pentingnya dokumen perjalanan yang sah. Ia mengingatkan, banyak kasus TPPO berakar dari keberangkatan nonprosedural yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Iming-iming pekerjaan dengan gaji tinggi sering menjadi pintu masuk. Karena itu, pastikan semua proses resmi dan terverifikasi,” tegasnya.
Sementara itu, M. Khoirul Annafi memperluas perspektif siswa dengan memperkenalkan Politeknik Imigrasi (Poltekim) sebagai jalur karier strategis di sektor keimigrasian. Ia menekankan bahwa pendidikan kedinasan tidak hanya membentuk kompetensi akademik, tetapi juga integritas dan disiplin.
Antusiasme siswa terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif hingga penutup kegiatan melalui kuis interaktif. Pihak sekolah menilai pendekatan edukatif seperti ini relevan dan mendesak, mengingat tingginya risiko paparan informasi menyesatkan di kalangan remaja.
Program ini menegaskan pergeseran strategi Imigrasi: dari sekadar penjagaan di pintu masuk negara, menjadi edukator yang membangun kesadaran sejak dini. Di tengah maraknya modus TPPO, ruang kelas kini menjadi garis pertahanan pertama.[]





