Solidaritas di Tengah Ujian: PIM Rayakan 44 Tahun dengan Spirit Bangkit Bersama
Aradionews.id – Di tengah suasana Ramadan yang khusyuk, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menandai usia ke-44 dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar seremoni, peringatan tahun ini diisi refleksi, konsolidasi, dan penguatan solidaritas lintas entitas dalam lingkup PT Pupuk Indonesia (Persero).
Bertempat di Krueng Geukueh, Aceh Utara, Selasa (24/2/26), manajemen menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Direktur Utama PI Group. Hadir Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, jajaran direksi dan komisaris PIM, pimpinan anak perusahaan, tokoh agama, serta ratusan karyawan.
Momentum ulang tahun kali ini terasa lebih reflektif. Perusahaan yang menjadi salah satu tulang punggung industri pupuk nasional tersebut tengah menghadapi dinamika tidak ringan—mulai dari bencana banjir yang sempat mengganggu operasional hingga pasokan gas yang belum sepenuhnya pulih.
Direktur Utama PIM, Filius Yuliandi, tidak menampik tantangan tersebut. Namun ia menekankan bahwa kekuatan perusahaan bukan bertumpu pada figur tunggal.
“Pupuk Iskandar Muda tidak memiliki Superman yang bisa menyelesaikan seluruh persoalan sendirian. Namun Alhamdulillah, PIM memiliki Super Team yang siap bersama-sama menghadapi dan menyelesaikan setiap tantangan,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat Rising Together, Becoming Stronger, manajemen meyakini soliditas tim dan kolaborasi menjadi fondasi penting untuk memulihkan performa sekaligus memperkuat daya tahan perusahaan dalam jangka panjang.
Tidak hanya berfokus pada agenda internal, PIM juga menegaskan komitmen sosialnya. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan menyalurkan santunan kepada 700 anak yatim dari desa-desa sekitar lingkungan operasional. Langkah ini menjadi penanda bahwa di tengah tekanan bisnis, tanggung jawab sosial tetap berjalan.
Rahmad Pribadi menyampaikan apresiasi atas ketangguhan PIM melewati berbagai ujian, termasuk bencana yang terjadi pada akhir November lalu. Menurutnya, kekompakan yang ditunjukkan PIM dan seluruh entitas anak perusahaan menjadi energi kolektif untuk bangkit.
“Saya bangga melihat PIM dan seluruh anak perusahaan Pupuk Indonesia bersatu padu, bangkit kembali, dan tetap berkontribusi kepada masyarakat sekitar yang juga terdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang memperkuat nilai spiritual, solidaritas, dan integritas kerja. Ramadan, kata dia, harus menjadi titik tolak memperbaiki kinerja dan mempertebal kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ceramah oleh Tgk. H. Abdurrahman Yusuf, dilanjutkan salat tarawih dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Hilman Fauzi. Doa bersama yang mengakhiri malam itu menjadi simbol harapan: agar PIM tak sekadar bertahan, tetapi tumbuh lebih kokoh selepas berbagai ujian.
Di usia ke-44, PIM seperti menegaskan satu hal bahwa daya tahan industri tak hanya dibangun oleh infrastruktur dan pasokan energi, tetapi juga oleh kebersamaan, empati, dan keberanian untuk bangkit bersama.[]






