Revitalisasi Tangki F-6004 Tuntas, PAG Perkuat Ambisi Arun Jadi Simpul LNG Regional



Aradionews.id – PT Perta Arun Gas (PAG) tidak sekadar menyelesaikan proyek revitalisasi Tangki LNG F-6004. Lebih dari itu, langkah ini menjadi penanda akselerasi transformasi LNG Arun dari fasilitas eks kilang ekspor menjadi simpul distribusi energi regional yang kian agresif.

Tangki berkapasitas 127.000 meter kubik tersebut kini resmi siap beroperasi setelah menjalani revitalisasi sejak awal 2024. Dengan tambahan ini, kompleks LNG Arun memiliki lima tangki aktif berkapasitas setara—menciptakan fleksibilitas suplai yang jauh lebih besar dalam merespons dinamika pasar gas cair kawasan.

Namun yang membuat proyek ini strategis bukan semata pada kapasitas penyimpanan. PAG juga mengoperasikan dermaga khusus kapal LNG kecil berkapasitas 3.500 meter kubik. Fasilitas ini mengindikasikan fokus serius pada bisnis small-scale LNG dan breakbulking, segmen yang tengah tumbuh pesat seiring meningkatnya kebutuhan distribusi gas ke wilayah kepulauan dan pasar non-pipa di Asia Tenggara.



Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menegaskan revitalisasi ini bukan hanya soal ekspansi, tetapi juga penguatan reliabilitas dan standar keselamatan.

“Kesiapan Tangki F-6004 akan mendorong peningkatan utilisasi terminal hingga 25%. Penambahan kapasitas ini memperkuat peran fasilitas LNG Arun sebagai pusat energi strategis yang melayani pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan,” ujar Hery.

Lonjakan utilisasi hingga seperempat dari kapasitas eksisting menunjukkan bahwa proyek ini didesain berbasis kebutuhan pasar, bukan sekadar ekspansi aset. Dalam lanskap LNG regional yang semakin kompetitif—dengan Singapura dan Malaysia sebagai pemain mapan—Arun kini memposisikan diri sebagai alternatif hub dengan keunggulan geografis di jalur pelayaran strategis Selat Malaka.

President Director PAG, Yan Syukharial, menyebut proyek ini sebagai bagian dari penguatan fundamental bisnis LNG Subholding Gas Group.

“Dengan keunggulan yang dimiliki, PAG akan mampu menjadi One Stop Energy Infrastructure Provider Services,” ujarnya.



Model bisnis breakbulking yang dikembangkan memungkinkan LNG dalam volume besar dipecah menjadi pengiriman lebih kecil untuk menjangkau pasar baru. Skema ini dinilai akan memberi kontribusi langsung pada peningkatan pendapatan dan revenue konsolidasian Subholding Gas, sekaligus membuka ceruk pasar yang selama ini belum optimal tergarap.

Di sisi lain, revitalisasi ini membawa implikasi ekonomi lokal. Operasional tangki tambahan dan peningkatan aktivitas terminal berpotensi memperluas serapan tenaga kerja serta menghidupkan kembali ekosistem industri di Lhokseumawe—kawasan yang pernah berjaya sebagai episentrum LNG Indonesia.

Dengan rampungnya proyek F-6004, PAG tidak hanya menambah kapasitas fisik, tetapi juga mempertegas arah strategis: menggeser peran Arun dari terminal pasif menjadi pusat distribusi aktif yang membidik posisi Energy Hub Asia 2030. Tantangan berikutnya adalah memastikan arus kargo dan kontrak jangka panjang benar-benar mengisi ruang yang kini telah siap dioperasikan.[]


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru