Baut Jembatan Bailey Teupin Mane Ditemukan Terlepas, Aparat Selidiki Dugaan Unsur Kesengajaan
Aradionews.id — Euforia warga atas rampungnya Jembatan Bailey Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, hanya bertahan singkat. Jembatan yang baru selesai dibangun pada Minggu (14/12/2025) itu mendadak menjadi sorotan setelah sejumlah baut pengikat struktur ditemukan dalam kondisi terlepas pada Minggu dini hari.
Temuan tersebut diketahui warga pada Minggu pagi (28/12/2025) dan langsung memicu kekhawatiran, mengingat jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung jalur nasional Bireuen–Takengon pascabencana banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut sejak November lalu.
Jembatan Bailey Teupin Mane yang berada di Kecamatan Juli memiliki peran krusial, tidak hanya sebagai jalur transportasi utama, tetapi juga sebagai urat nadi distribusi logistik dan bantuan bagi warga sembilan desa yang sebelumnya terisolasi. Selama hampir sebulan, aktivitas warga sempat lumpuh dan logistik harus dikirim menggunakan seling baja darurat.ΔΊ
Kondisi baut yang terlepas dan dibiarkan tergeletak di atas badan jembatan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga menduga tindakan tersebut tidak semata-mata bermotif ekonomi.
“Kalau hanya untuk dijual, nilainya tidak seberapa dibandingkan risikonya. Ini justru terlihat seperti ada unsur kesengajaan,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Namun, pandangan berbeda juga muncul. Ada yang menilai peristiwa itu bisa saja merupakan upaya pencurian yang tidak tuntas, mengingat baut-baut tersebut tidak dibawa pergi.
Kapolsek Juli, AKP Nasir, memastikan pihak kepolisian telah turun tangan. Ia menyebutkan bahwa laporan masyarakat telah diterima dan aparat kepolisian langsung melakukan pengecekan di lokasi.
“Kami sedang mendalami kejadian ini dan melakukan pemeriksaan awal di sekitar jembatan,” kata Nasir kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen, Ir. Fadhli Amir, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait temuan baut yang terlepas tersebut. Ia menegaskan, langkah perbaikan langsung dilakukan untuk memastikan keamanan struktur jembatan.
“Kami sudah memasang kembali baut-baut yang dilepas dan akan menambah sistem pengamanan. Ke depan, baut akan ditanam lebih dalam ke struktur jembatan agar tidak mudah diutak-atik,” jelasnya.
Fadhli menekankan bahwa insiden ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keselamatan publik dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga. “Jembatan ini sangat vital. Gangguan sekecil apa pun bisa berdampak besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Jembatan Bailey Teupin Mane sendiri dibangun sebagai solusi darurat menggantikan jembatan permanen yang rusak akibat banjir bandang. Meski akses darat kini kembali terbuka, warga masih menghadapi tantangan lain, termasuk krisis air bersih akibat rusaknya jaringan perpipaan PDAM Krueng Peusangan.
Insiden pelepasan baut ini menjadi pengingat bahwa pascapembangunan infrastruktur darurat, pengawasan dan kesadaran bersama tetap menjadi kunci. Aparat dan pemerintah daerah berharap, peristiwa serupa tidak terulang agar jembatan tersebut dapat berfungsi optimal dan aman bagi seluruh pengguna.[]





