Bikin Gebrakan di Semarang! Robot Cakra Donya PNL Sikat Juara 1 Nasional



Aradionews.id — Bukan sekadar datang untuk bertanding. Tim Robot Cakra Donya Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) justru pulang membawa gelar juara.

Mahasiswa vokasi asal Aceh itu sukses merebut Juara 1 Desain Produk Inovasi Bidang Lomba Robot Transporter Kategori Perguruan Tinggi pada Elektro Expo Nasional Politeknik Negeri Semarang (Polines) 2026, yang digelar 2 September 2026.

Prestasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa inovasi teknologi dari kampus vokasi Aceh mampu menembus persaingan nasional.

Di tengah kompetisi yang mempertemukan tim-tim perguruan tinggi dan pendidikan vokasi dari berbagai daerah, Cakra Donya tampil membawa robot transporter berbasis otomasi cerdas dan navigasi mandiri.

Bukan robot pajangan. Teknologi yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata, terutama dalam sistem pemindahan objek pada sektor industri dan logistik.


Dari Lhokseumawe, Menantang Panggung Nasional

Di balik kemenangan itu ada dua mahasiswa yang menjadi motor utama pengembangan robot tersebut.

Mereka adalah Muhammad Agil Al Fatah, mahasiswa Program Sarjana Terapan Mekatronika Jurusan Teknik Elektro, dan Bintang Zaky Maulana, mahasiswa Program Studi D3 Elektronika.

Karya mereka dikembangkan dengan bimbingan Bakhtiar, S.T., M.T., serta pendampingan Teuku Zulfadli, S.T., M.T.

Kemenangan itu tidak datang secara instan. Berbulan-bulan proses pengembangan, pengujian hingga penyempurnaan dilakukan sebelum robot tersebut dibawa ke arena kompetisi.


Hasilnya terbayar lunas.


Cakra Donya berdiri di podium tertinggi.

Ketua Tim Robot Cakra Donya, Muhammad Agil Al Fatah, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh tim.

“Alhamdulillah, kerja keras kami selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan proses panjang yang tidak lepas dari bimbingan para dosen, dukungan jurusan, serta dukungan penuh dari institusi,” ujarnya.


Bukan Cuma Mengejar Trofi


Bagi tim, kemenangan di Semarang bukanlah titik akhir.

Robot transporter yang mereka kembangkan masih memiliki ruang untuk disempurnakan agar dapat dikembangkan lebih jauh dan memiliki relevansi dengan kebutuhan industri.

Harapannya, karya tersebut tidak hanya dikenal sebagai robot yang memenangkan kompetisi, tetapi juga dapat berkembang menjadi solusi teknologi yang memiliki manfaat nyata.

Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

Menurutnya, kemenangan Cakra Donya membuktikan bahwa mahasiswa PNL memiliki kapasitas untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain di tingkat nasional.

“Saya sangat bangga atas prestasi yang diraih Tim Robot Cakra Donya. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki kemampuan, kreativitas, dan daya saing untuk berkompetisi dengan perguruan tinggi terbaik di tingkat nasional,” katanya.


Pesan Kuat dari Laboratorium PNL

Rizal menegaskan, pendidikan vokasi tidak boleh berhenti pada transfer keterampilan. Kampus juga harus mampu melahirkan mahasiswa yang sanggup menciptakan inovasi dan menjawab persoalan dunia industri.

Dalam konteks itu, Cakra Donya menjadi salah satu bukti bahwa ruang praktik dan laboratorium dapat melahirkan karya yang mampu bersaing ketika kreativitas mahasiswa bertemu dengan pendampingan yang tepat.

“Robot Cakra Donya bukan sekadar karya untuk mengikuti kompetisi, tetapi merupakan representasi dari semangat mahasiswa vokasi dalam menciptakan inovasi yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

PNL menyatakan akan terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas dan inovasi melalui berbagai kegiatan akademik maupun kompetisi teknologi.

Dari Lhokseumawe ke Semarang, Cakra Donya membawa satu pesan penting inovasi teknologi dari Aceh tak lagi sekadar menjadi penonton di panggung nasional. Kali ini, mereka datang, bertarung dan pulang sebagai juara.

Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru