Wali Kota Lhokseumawe Lobi KemenPAN-RB Soal Nasib 3.698 PPPK
Aradionews.id — Wali Kota Sayuti Abubakar mengambil langkah langsung ke pusat untuk menuntut kejelasan konkret terkait nasib 3.698 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dalam pertemuan dengan pejabat Kementerian PAN-RB, Senin (4/5/26).
Dalam audiensi itu, Sayuti tidak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi menyoroti ketimpangan mendasar antara kebijakan nasional dan kapasitas fiskal daerah. Di hadapan T. Eddy Syahputra dan Nadila Fatimah Azzahrah Latif, ia memaparkan tekanan APBD Lhokseumawe yang semakin terbebani oleh belanja pegawai, tanpa dukungan pembiayaan yang proporsional dari pemerintah pusat.
“PPPK bukan sekadar angka dalam administrasi. Mereka adalah tulang punggung layanan publik. Ketika status dan pembiayaannya tidak jelas, yang terancam bukan hanya pegawai, tetapi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Isu yang diangkat melampaui persoalan teknis kepegawaian. Pemerintah Kota Lhokseumawe menilai, skema pengelolaan PPPK saat ini berpotensi menciptakan beban struktural bagi daerah—terutama jika tidak diiringi kebijakan fiskal yang sinkron antara pusat dan daerah.
Pertemuan tersebut juga mengulas arah kebijakan nasional terkait penataan PPPK, termasuk kemungkinan skema pembiayaan jangka panjang. Namun, bagi Lhokseumawe, urgensinya bukan pada wacana, melainkan kepastian yang bisa segera diimplementasikan.
Langkah Sayuti mencerminkan pergeseran pendekatan: dari sekadar mengikuti regulasi menjadi mendorong pembentukan kebijakan yang lebih responsif terhadap realitas daerah. Ia menegaskan, tanpa intervensi kebijakan yang adaptif, daerah akan terus berada dalam posisi dilematis—dituntut meningkatkan layanan, tetapi tanpa instrumen pembiayaan yang memadai.
Desakan ini sekaligus menjadi sinyal bagi pemerintah pusat: kebijakan seragam tidak lagi cukup. Tanpa penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah, persoalan PPPK berisiko menjadi beban berulang yang menggerus stabilitas anggaran sekaligus menghambat reformasi birokrasi yang sedang dibangun.[]




