Ribuan Warga Serbu Imigrasi Lhokseumawe, Malaysia Jadi Tujuan Utama Pemegang Paspor
Aradionews.id - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe mencatat lonjakan signifikan permohonan paspor sepanjang 2026. Hingga 12 Mei, sebanyak 8.428 paspor telah diterbitkan, dengan mayoritas pemohon tercatat melakukan perjalanan ke Malaysia untuk berbagai kepentingan, mulai dari berobat hingga wisata keluarga.
Tingginya angka penerbitan dokumen perjalanan itu menggambarkan semakin besarnya mobilitas masyarakat Aceh ke luar negeri, khususnya ke Negeri Jiran yang dinilai lebih dekat dan mudah dijangkau dari wilayah Pantai Timur Aceh.
“Data terakhir per 12 Mei mencapai 8.428 paspor dan jumlah itu terus bertambah setiap hari. Kantor imigrasi hampir selalu dipenuhi pemohon, baik untuk keperluan berobat maupun melancong ke luar negeri,” ujar Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian, Muhammad Hidayat Tanjung, mewakili Kepala Kantor Imigrasi Azhan Miraza, Rabu (13/5/26).
Fenomena membludaknya pemohon paspor juga memperlihatkan perubahan pola kebutuhan masyarakat. Paspor kini bukan lagi dokumen eksklusif kalangan tertentu, melainkan telah menjadi kebutuhan umum warga yang ingin memperoleh akses lebih cepat ke layanan kesehatan, pekerjaan, maupun perjalanan internasional.
Pihak imigrasi menegaskan seluruh proses pengajuan kini diarahkan melalui aplikasi M-Paspor yang diterbitkan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pemohon diwajibkan mengunduh aplikasi tersebut melalui Play Store maupun App Store sebelum datang ke kantor imigrasi.
“Paspor merupakan dokumen penting karena memuat identitas lengkap pemegang, mulai dari foto, nama, tempat tanggal lahir hingga tanda tangan. Karena itu proses pengajuannya harus dilakukan sesuai prosedur,” jelas Hidayat.
Untuk biaya penerbitan, E-Paspor dengan masa berlaku lima tahun dikenakan tarif Rp650 ribu, sedangkan masa berlaku 10 tahun sebesar Rp950 ribu. Sementara layanan percepatan dikenakan tambahan Rp1 juta dan dokumen dapat selesai pada hari yang sama.
Dengan tingginya antrean pemohon setiap hari, Imigrasi Lhokseumawe kini menjadi salah satu kantor pelayanan publik tersibuk di kawasan timur Aceh. Mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan perjalanan internasional warga Aceh mengalami pertumbuhan yang signifikan pada 2026.[]




