BNN dan Guru Bersatu, Bentengi Pelajar dari Ancaman Narkoba



Aradionews.id - Badan Narkotika Nasional Kota Lhokseumawe bersama para guru memperkuat barisan melawan ancaman narkoba yang kini kian masif menyusup melalui ruang digital. Upaya itu diwujudkan lewat sosialisasi Literasi Digital dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe, Jumat (8/5/26).

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe

, Taruna Putra Satya, yang menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak lagi cukup dilakukan di lapangan, tetapi juga harus dimenangkan di dunia digital.

Menurutnya, media sosial kini menjadi pintu baru penyebaran pengaruh narkoba terhadap remaja. Karena itu, pelajar harus dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terjebak propaganda, ajakan, maupun konten manipulatif yang beredar di internet.

“Guru dan kepala sekolah menjadi benteng pertama untuk memastikan anak-anak tidak terseret arus digital yang menyesatkan,” ujar Taruna.

Ia juga menilai platform digital dapat diubah menjadi senjata edukasi anti narkoba melalui video kreatif, infografis, hingga kampanye media sosial yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.

Selain membahas edukasi digital, sosialisasi turut menyoroti ancaman baru berupa transaksi narkoba berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan media sosial dan jaringan digital tersembunyi yang semakin sulit dideteksi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, Badan Narkotika Nasional Kota Lhokseumawe berharap lingkungan pendidikan di Lhokseumawe tetap menjadi ruang aman bagi generasi muda dan bukan ruang masuk bagi narkoba.[]

Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru